Tampilkan postingan dengan label Tazkiyatun Nafs. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Tazkiyatun Nafs. Tampilkan semua postingan

Jumat, 21 Desember 2012

2 Perusak Kebaikan Manusia


Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah rahimahullah berkata:
“Kebaikan manusia adalahdengan iman dan amal shalih, dan tidaklah mengeluarkan mereka dari kebaikan, kecuali dua perkara:
Pertama:
Kebodohan, sebagai lawan dari ilmu,
sehinggaorang-orangnya akan menjadi sesat.
Kedua:
Mengikuti hawa-nafsu dan syahwat, yang keduanya ada di dalam jiwa manusia.
Sehingga orang-orangakan mengikuti hawa-nafsu dan dimurkai (oleh Allah)”.
(Lihat Majmu’ Fatawa XV/242).
Demikian juga
orang-orang yang beribadah kepada Allah
dengan kebodohan,
tanpa mengetahui ilmu (dalil syar’i)nya,
maka sesungguhnya
mereka lebih banyak merusak
daripada memperbaiki.
Sebagaimana dikatakan oleh sebagian ulama Salafush Shalih (seperti Umar bin Abdul Aziz rahimahullah, pent):
مَنْ عَبَدَ اللهَ بِجَهْلٍ , أَفْسَدَ أَكْثَرَ مِماَّ يُصْلِحُ
“Barangsiapa beribadah kepada Allah dengan kebodohan,
dia telah membuat kerusakan lebih banyak daripada membuat kebaikan.”
(Lihat Majmu’ Fatawa Ibnu Taimiyah, XXV/281).
Maka dari itu
agar terbebas dari perusak-perusak kebaikan tersebut,
Rasulullah shallallahu alaihi wasallam mewajibkan umatnya agar menuntut ilmu agama.
Sebagaimana sabda beliau:
طَلَبُ الْعِلْمِ فَرِيضَةٌ عَلَى كُلِّ مُسْلِمٍ
“Menuntut ilmu (agama) merupakan kewajiban atas setiap muslim.”
(HR. Ibnu Majah no.224. Dan dinyatakan SHOHIH oleh Syeikh Al-Albani di dalam Shahih Ibnu Majah).
Demikian faidah ilmiyah. Semoga bermanfaat.

Ayo Berlomba Kawan….!


Al-Imam Ibnul Jauzy berkata,
“Setiap manusia tidak boleh meninggalkan suatu keutamaan yang mungkin bisa dicapai, bahkan ia harus berusaha untuk mencapainya dengan sekuat tenaga, sebagaimana ungkapan seorang penyair.
“Jadilah lelaki dengan kaki berpijak di bumi…
Namun cita-cita tergantung di langit nan tinggi…”
Jika anda memiliki kesempatan untuk melebihi para ulama dan ahli zuhud dalam hal amal, ilmu dan pandangan, lakukanlah. Toh mereka juga adalah manusia dan anda pun manusia. Tak ada orang yang duduk-duduk saja kecuali ia adalah orang yang sangat lemah kemauannya dan rendah jiwanya.
Ketahuilah bahwa anda saat ini berada dalam medan perlombaan yang harus dimenangkan. Anda harus berjuang keras karena waktu-waktu demikian kencang berjalan. Janganlah menjadi pemalas abadi, sebab lewatnya kesempatan semuanya berasal dari sikap malas. Tak seorang pun yang sukses kecuali yang memiliki keinginan yang sangat kuat dan sungguh-sungguh.
Semangat tinggi akan menggelora dan membakar dada laksana mendidihnya air di dalam bejana, sebagaimana ungkapan seorang penyair,
“Memang aku tak punya harta kecuali gubukku..
Dari ketiadaan aku bangun hidupku…
Aku puas dengan apa yang Alloh beri…
Namun cita-citaku melangit dan terus meninggi…””
Sumber: Terjemah “Shoidul Khotir” karya Ibnul Jauzy via facebook Pustaka Ukhuwah Malang