A. PENDAHULUAN
Teosofi artinya hikmat Ilahi atau pengetahuan tentang Allah, ajaran ini dipelopori oleh Helena Petrovna Blavatsky
(1831-1891). Ajaran Teosofi mempunyai akar mistik India, yaitu konsep
Brahman-Atman, ajaran ini muncul, setelah Ny. Helena Petrovna Blavatsky
berguru selama 7 tahun di Tibet dibawah asuhan para Mahatma sehingga
mencetuskan ajaran mistik modern berupa keyakinan bahwa : Alam semesta
ini menpunyai napas semesta yang tidak berpribadiyaitu yang disebut
“hikmat Ilahi” (theosophia); tugas manusia adalah untuk memperoleh
hikmat ilahi ini dan menguasainya sehingga dapat hidup denan sempura di
dunia ini”.
Peranan
para Mahatma sangat penting dalam pemikiran teosofi modern, dan mereka
dianggap makluk yang tinggi dan bijaksana yang telah mengalami segala
inkarnasi, dan kini sewaktu-waktu turun ke bumi untuk mewujudkan
kearifan Tuhan kepada beberapa orang. Para mahatma inilah yang telah
membabtiskan Ny. Helena Petrovna Blavatsky dan mengajarkan tentang
keajaiban-keajaiban karma dan rahasia reinkarnasi.
Christian
Science artinya Ilmu Pengetahuan Kristen, ajaran ini dipelopori oleh
seorang tokoh wanita Mary Baker Eddy (1821-1910), ajaran ini cukup
menarik karena memakai nama yang sudah populer yaitu Christian dan
Science, karena itu memberi kesan modernisasi atau Pengilmiahan
Kekristenan. Pada dasarnya diajarkan bahwa realitas satu-satunya adalah
Allah dan roh. Sekalipun ada sebutan tentang Allah, namun bukanlah
Allah dalam Alkitab, allah monisme yaitu hanya merupakan realitas roh
semesta. Materi tidak merupakan realitas atau hanya merupakan realitas
semu saja. (iblis, dosa, penyakit, dan maut tidak ada dan hanya
merupakan buah pikiran saja).
Dikalangan
Kekristenan tertentu dewasa ini dipopulerkan dengan ajaran Inner
Healing (penyemuhan batin) yang merupakan perpaduan Kekristenan Alkitab
dengan beberapa pengajaran Zaman Baru. Dalam Inner Healing ada asumsi
bahwa penebusan Yesus masih belum melepaskan kita secara total sebab
masih mewarisi sisa-sisa dosa atau luka batin dan pikiran khususnya yang
masih merupakan trauma masa kecil atau gangguan roh, dan ini hanya
dapat dilepaskan melalui pelayanan pelepasan baik berupa penyembuhan
batin (inner healing) dan penyembuhan ingatan (the healing of the
memory).
Dalam
ajaran ini pengaruh pandangan Carl Jung dan Freud yang memandang bahwa
hidup manusia itu ditentukan oleh mekanisme interaksi badan, jiwa,
pengalaman sejak masa kecil. Maka dalam inner healing hal itu dikaitkan
dengan campur tangan roh jahat, karena itu seseorang harus menerima
pelayanan pelepasan. Disini kita melihat adanya jejak-jejak Reinkarnasi
Hinduisme yang bercampur baur dengan psikoterapi/psikoanalisis dan juga
Kekristenan.
Kesamaan
ajaran Inner Healing dengan Christian Science adalah sama-sama
menganggap bahwa penyakit adalah hasil pikiran yang bisa dihilangkan
dengan kekuatan pikiran (mind cure), adalah bahwa dalam ajaran
kesembuhan ilahi dan inner healing, penyakit itu sering hanya diangap
sebagai realitas roh saja yang bisa dilepaskan melalui pelepasan
(deliverence), penyembuhan batin (inner healing), atau penyembuhan
ingatan (memory healing), maupun dengan cara visualisasi. Luka-luka
batin karena trauma masa kecil dapat dilepaska melalui pelepasan
penyembuhan ingatan ( healing of the memories).
Para
penginjil inner healing berpandangan bahwa dosa-dosa dan lua-luka batin
dapat terhapus dengan sempurna dengan teknik inner healing.
Praktek
Visualisasi menjadi bagian dalam praketk inner healing. Pada prinsipnya
ajaran Visualisasi adalah seperti yang diutarakan oleh David Hunt dalam
bukunya “Beyond Seduction” dalam hubugan dengan praktek Visualisasi yan
diajarkan dalam inner healing bahwa : “adanya anggapan bahwa melihat
adalah “iman” gambaran yang dibayangkan adalah kunci untuk mencapai apa
yang diperoleh yang menghasilkan iman dan kesembuhan; imajinasi; sering
disamakan dengan ”penyataan” dan “visualisasi” dengan “wahyu”.
Pengaruh Gerakan Zaman Baru memang sudah
lama dikenal dikalangan Kristen, sekalipun hal itu tidak disadari.
Sebagai bagian dari dari ajaran Zaman Baru dan khususnya aliran yang
tumbuh dalam sekitar kekristenan seperti Teosofi dan Christian Science
yang berkembang di Amerika pada abad yang lalu. Pada masa kini yang
mirip dengan Christian Science dipopulerkan dalam bentuk Inner Healing
dan praktek-praktek ibadah yang mirip dengan praktek perdukunan. Yang
mencampuradukan ajaran Kristen dengan ajaran Zaman Baru (sinkretisme).
B. TOKOH DAN PANDANGAN KEKRISTENAN ZAMAN BARU
1. TEOSOFI
Annie Besant merupakan salah seorang
penganut teosofi melanjutkan ajaran yang telah diajarkan oleh Helena
Petrovna Blavatsky, dibawah Annie Besant lah teosofi dipropagandakan
meluas melalui banyak sekali tulisannya yang disebarluasan melalui
perkumpulan teosofi yang dipimpinnya.
Helena Petrovna Blavatsky dianggap
sebagai pelopor ajaran teosofi dan Annie Besant merupakan juru bicara
dan merupakan ahli dogmatika yang meletakan dasar uraian-uraian
apologetis dalam membela ajaran mistik yang esoteris ini.
- Teosofi merupakan ajaran isoteris/mistik yang mencoba menguasai pengetahuan akan hikmat semesta itu melalui usaha-usaha spiritisme, astrologi maupun pemikiran mistik.
- Dipercayai bahwa hikmat ilahi itu bisa diperoleh melalui intuisi, ilham maupun pencerahan.
- Mempercayai ajaran tentang atman, karma, dan reinkarnasi roh. Dan para mahatma merupakan orang yag telah mencapai kesempurnaan hikmat itu, dan Yesus dipercaya sebagai titisan seorang mahatma dan roh titisan itu akhirnya menitis dalam diri Krishnamurti di abad modern ini.
2. CHRISTIAN SCIENCE
Yesus dianggap sebagai ilmuwan pertama
karena Yesus dianggap menganggap penyakit dosa, dan maut hanya semu
saja. Penyembuhan dosa penyakit maupun maut dilakukan dengan mind cure yaitu penyembuhan dengan pikiran atau dengan kekuatan jiwa, mental cure
yaitu menghilangkan pikiran-pikiran tentang dosa, maut, dan penyakit
itu! Yang dimaksudkan dengan kelepasan yaitu lepas dari anggapan bahwa
kita sakit atau berdosa. Itu berarti bahwa seorang yang telah mencapai
kelepasan bila ia telah menyatukan rohnya dengan semesta/ilahi itu.
Ajaran ini memang sangat menarik yang
menganggap bahwa manusia mempunyai hakekat roh ilahi dan manusia pada
dasarnya baik, dosa, penyakit, dan maut dapat diatasi memlaui kekuatan
batin yang ada di dalam diri manusia itu sendiri.
3. INNER HEALING DAN VISUALISASI
Agnes Sanford da John Sanford adalah
orang yang pertama kali memasukan ajaran Inner Healing dan visualisasi
dalam gereja kristen, Sanford adalah penanut Carl Jung khususnya
menyangkut Active Imagination (mebayangkan secara aktif) yang telah
dipopulerkan oleh Carl Jung.
Pandangan sangat merendahkan arti
penebusan Ktistus diatas kayu salib dan menambahkan dengan cara-cara
manusia yang dianggap sama penting dengan salib itu.
Mereka menganggap juga bahwa luka batin
dapat disembuhkan oleh pembacaan Alkitab, karunia lidah bahkan roti
perjamuan yang kita makan berubah menjadi daging Yesus ketika masuk
kemulut dan akan menyembuhkab luka batin kita.
Kita perlu menyadari bahwa pada
peristiwa perjamuan malam, ketika Yesus mengatakan, “inilah tubuhKU” itu
hanya diperuntuhkan sebagai lambang. Lukas mengemukakan bahwa Perjamuan
malam itu ditujukan untuk peringatan : “inilah tubuhKU yang diserahkan
bagi kamu; perbuatlah ini menjadi peringatan akan AKU” Lukas 22:19.
tidaklah tepat kalau roti dan anggur dianggap mempunyai kekuatan magis
untuk membersihkan batin kita! Alkitab tidak pernah menyebutkan bahwa
pada saat yang sama daging/tubuh Yesus ada dimana-mana, kecuali dalam
arti kiasan.
Teknik visualisasi yang dipopulerkan
oleh Norman Vincent Peale, Robert Schuller, dan Jonggi Cho. Bagi Jonggi
Cho mengajarkan bahwa doa dengan membayangkan (visualisasi/imajinasi)
dapat menghasilkan mijizat berupa kenyataan seperti untuk tujuan mencari
jodoh, meminta sepeda maupun meminta segala sesuatu. Jonggi Cho menulis
dalam bukunya mengatakan : “kita harus melihat objek doa kita dengan
jelas secara visual sehingga kita dapat merasakannya dengan emosi kita.
Bila kita tidak melakukan “hukum iman” ini kita mustahil aka menerima
jawaban akan apa yang kita minta”. Jadi doa iman bagi Cho khasiatnya
terletak pada diri manusia yang berdoa itu. Disini Cho mengemukakan
bahwa hukum iman adalah membayangkan secara visual. Jadi sangat bertolak
belakang dengan apa yang diajarkan oleh Alkitab (Ibrani 11:1).
Terkait: Christian Science is of the Devil
Sumber: MariBelajarKomputer...
Tidak ada komentar:
Posting Komentar